KesehatanReview

Masih Berani Bepergian Tanpa Masker? Berikut Daftar Hukuman Bagi Pelanggar

masih-berani-bepergian-tanpa-masker-berikut-daftar-hukuman-bagi-pelanggar

Indonesia telah melebihi angka 100.000 untuk pasien positif Covid-19. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung dan mengimbangi. Masyarakat dapat melakukan hal sesederhana jual masker kain untuk mempermudah akses bagi orang lain untuk menggunakan masker.

Berbagai upaya baik langsung maupun tidak langsung banyak diterapkan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Salah satunya dengan menetapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak memakai masker saat keluar rumah. Setiap daerah memiliki sanksi yang berbeda-beda. Berikut rangkumannya untuk Anda:

1. Menyita KTP

Saat Anda keluar tanpa mengenakan masker dan diketahui oleh petugas keamanan yang berpatroli maka KTP akan disita dalam jangka waktu tertentu. Sanksi ini diterapkan di beberapa daerah seperti Medan dan Klaten.

Tentu penyitaan ini merugikan aktivitas Anda. Tanpa KTP saat mengendarai kendaraan bermotor dapat kena denda tilang. Selain itu, Anda tidak bisa mengurus beberapa kepentingan seperti membuka rekening bank dan memverifikasi akun seller pada e-commerce.

2. Push-up

Salah satu hukuman fisik yang langsung dilaksanakan di tempat adalah push-up. Di Nusa Tenggara Timur, hukuman ini diberlakukan untuk siapa saja yang melanggar aturan memakai masker. Sopir truk pun harus memakai masker. Jumlah push-up nya mungkin berbeda-beda mulai dari 10-20 kali push up.

3. Denda Uang

Hampir mirip dengan pelanggaran lalu lintas, tidak memakai masker di kota Padang bisa di denda dengan nominal yang fantastis. Kurang lebih Rp250.000,00 per orang. Jika Anda sekeluarga tidak memakai masker meskipun di dalam mobil, ya tinggal mengalikan saja berapa. Jadi jika pun Anda lupa membawa masker saat bepergian segera beli di toko jual masker kain. Toh, ini demi keselamatan Anda sendiri.

4. Memberi makan

Kota Surabaya menjadi kota dengan jumlah pasien positif Covid-19 dalam jumlah banyak. Bahkan kota yang dijuluki Kota Pahlawan ini sudah berganti aturan sanksi bagi pelanggar masker. Pertama, pelanggar diberi sanksi untuk joget, push up maupun menyapu jalan. Hukuman tersebut memberikan efek malu kepada si pelanggar.

Namun kini sanksi yang diberikan sedikit berbeda. Sanksi tersebut adalah dengan memberi ODGJ makan. Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di bawah lindungan Dinas Sosial tinggal di Lingkungan Pondok Sosial. Selama menjalankan sanksi, pelanggar wajib mengenakan masker yang akan disediakan pihak terkait.

Adanya sanksi dari setiap daerah untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker bukanlah tanpa alasan kuat. Masyarakat dihimbau untuk waspada melawan musuh tak terlihat ini. Setiap Anda keluar rumah pastikan sudah membawa masker. Jika di jalan masker Anda rusak cobalah untuk segera membeli ke orang yang jual masker kain. Pastikan menaati aturan memakai masker, ya.

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close